Top

Selamat membaca laporan tahunan State of the Commons!

SOTC menjelajahi produk-produk pengetahuan yang tersedia dengan bebas dengan lisensi CC. Melalui laporan ini kami akan menceritakan perkembangan dari upaya-upaya pembebasan pengetahuan, dan dampak-dampak yang ditimbulkannya pada tahun 2016.

Pada edisi SOTC sebelumnya, kami berfokus untuk menyajikan laporan dalam bentuk data kuantitatif saja. Misalnya, jumlah keseluruhan ciptaan berlisensi terbuka, pemetaan penggunaan lisensi CC di berbagai bidang, dan jumlah keseluruhan ciptaan berlisensi CC yang tersedia di situs-situs penyedia pilihan lisensi CC. Data-data tersebut tetap akan kami sajikan. Namun, kami akan menambahkan suatu hal kali ini. Organisai Creative Commons juga ingin meningkatkan semangat pemanfaatan kembali oleh publik, tidak hanya peningkatan jumlah konten terbuka saja sebagai strategi barunya. Maka kali ini kami hendak menceritakan kisah-kisah pemanfaatan kembali konten terbuka tersebut.

Laporan tahun ini akan menceritakan “dampak-dampak” yang ditimbulkan oleh proyek berskala global Creative Commons (CC). Walau data kuantitatif adalah hal yang penting dalam suatu laporan tahunan, bentuk pengabdian pada publik itu sesungguhnya lebih dari sekedar angka. Kami akan menceritakan bagaimana pemanfaatan sumber daya, budaya, dan keterbukaan menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas. State of the Commons tahun ini menunjukkan bagaimana kolaborasi dan rasa ingi berbagi mampu mendorong komunitas-komunitas untuk menelusuri kemungkinan-kemungkinan kreatif dalam aktivitas berbagi, serta keterkaitan personal antara pencipta di seluruh dunia ketika mereka saling mengundang satu sama lain untuk bergabung dalam satu kelompok.

Kisah-kisah ini merupakan contoh upaya kolektif berskala global menghadapi situasi di mana hal-hal yang kita telah bangun bersama tengah dibongkar. Kebutuhan untuk mengakses ilmu pengetahuan semakin terasa begitu mendesak, begitu berharga, dan begitu penting. Kita amat membutuhkan komunitas-komunitas serta etos dan kontribusi para sukarelawan lebih banyak dari sebelumnya. Untuk itu kami ingin mengucapkan terima kasih pada pihak-pihak yang telah bersedia membantu kami untuk mewujudkan hal-hal tersebut.

Dalam kerja sama kami dengan komuntas di seluruh dunia, kami mengidentifikasi beberapa kisah paling menarik, berdampak tinggi, dan menyegarkan untuk diabadikan di laporan ini. Kami amat bersemangat untuk membagikan kisah-kisah ini, dan kami berharap Anda dapat terinspirasi untuk menjadi lebih terbuka, bersemangat untuk berkolaborasi, dan terdorong oleh rasa ingin berbagi.

Terima kasih atas setiap sumbangan Anda kepada publik.

Salam hormat,

Ryan Merkley
CEO Creative Commons
@ryanmerkley

Lebih lanjut

1,2 Miliar

Ciptaan Menerapkan Lisensi Creative Commons

2016
1.204.935.537
0
2015
1.118.900.000
0
2014
882.000.000
0
2010
400.000.000
0
2006
140.000.000
0
65

dari ciptaan berlisensi Creative Commons dibagikan dengan ketentuan lisensi yang paling bebas

Rincian Berdasar ketentuan lisensi:

 CC0: 6%

 Alat domain publik: 2%

CC BY: 20%

CC BY-SA: 37%

CC BY-NC-ND: 14%

CC BY-NC-SA: 13%

CC BY-NC: 6%

CC BY-ND: 2%

Metropolitan Museum of Art melepas 375.000 karya dalam format digital ke domain publik dengan menerapkan CC0

Jumla ciptaan bebas hak cipta yang ditandai dengan tanda domain publik CC

pd
Gambar latar: “Southern Gardens” oleh Paul Klee (Jerman (lahir di Swiss), Münchenbuchsee Muralto-Locarno tahun 1879–1940) koleksi The Metropolitan Museum of Art didedikasikan ke domain publik dengan CC0

Dari Seluruh Dunia

Pemetaan

Afrika

Inisiatif Buku Cerita Afrika

Ditengah terbatasnya ketersediaan materi bacaan berbahasa Afrika, African Storybook Initiative menyediakan akses terbuka ke ribuan buku cerita bergambar untuk anak-anak.

Ilustrasi oleh Wiehan de Jager, Inisiatif Buku Cerita Bahasa Afrika dengan lisensi CC BY 3.0

African Storybook Initiative bekerja sama dengan berbagai organisasi maupun individual untuk membuka akses ke buku-buku cerita dengan menciptakan situs yang memungkinkan pengguna untuk menerjemahkan buku-buku tersebut. Sejauh ini telah tersedia 94 buku cerita berbahasa Afrika yang dikerjakan oleh 30 organisasi rekanan dari berbagai wilayah di Afrika.

Beberapa proyek dari berbagai negara memanfaatkan situs web dan/atau buku-buku dengan perantara tim proyek African Storybook Initiative. Bentuk perantara ini adalah dengan membuat sekolah-sekolah atau perpustakaan amal sebagai lokasi percontohan, menggunakan jasa pemerintah untuk mencetak dan menyebarluaskan konten-konten, dan memanfaatkan bantuan rekanan dalam penggunaan konten tersebut di program-program pengembangan budaya literasi. Sebagai tambahan, proyek ini juga menyediakan para pendidik dari berbagai tingkat pendidikan yang ingin menggunakan kombinasi situs dan buku-buku cerita tersebut dalam program-program pelatihan mereka. Misalnya dengan merangsang mahasiswa mereka untuk bereksperimen bersama proyek African Stroybook dalam suatu penelitian. Buku cerita yang dapat digubah ulang pun menjadi inspirasi sebuah proyek bernama Global African Storybook Project, yang berupaya menerjemahkan cerita-cerita tersebut ke beragam bahasa untuk pendidikan anak-anak.

Hingga bulan September 2016, inisiatif ini telah menampung 730 buku cerita dan 2.754 versi terjemahan atau adaptasi. Dalam dua tahun, buku-buku ini telah diunduh sebanyak 636.803 kali dengan rata-rata 4.800 kunjungan situs setiap bulan, 2.800 diantaranya adalah pengunjung baru. Selain itu, Global African Storybook telah memproduksi 460 versi terjemahan buku dalam 26 bahasa. Dari 30 hingga 400 judul buku cerita dari African Storybook Initiative telah diterbitkan kembali di beragam situs akademis dan komersial.

Tampilkan
Pemetaan

Senegal

Koleksi Foto Professor Coutinho

752 berkas foto karya Professor Roel Coutinho merupakan gambaran kehidupan di masa perang, diantaranya ada tarian-tarian, aktivitas rumah sakit, dan gerakan perlawanan oleh PAIGC.

Gambar latar: Pesta Perkawinan Francisco Mendes oleh Roel Coutinho dari Wikimedia Commons dengan lisensi CC BY-SA 4.0

Professor Roel Coutinho menyumbangkan 752 berkas foto yang ia buat semasa ia bekerja sebagai dokter perang pada tahun 1973-1974 ke Wikimedia Commons. Foto-foto ini diambil pada masa perebutan kemerdekaan oleh Senegal dan Guinea-Bissau dari pemerintah kolonial Portugis.

Foto-foto yang sebelumnya disimpan oleh Pusat Studi Afrika Leiden ini merupakan sebuah dokumentasi penting yang jarang disinggung di lingkup sejarah Afrika, padahal dokumen ini merupakan salah satu kepingan sejarah tentang Afrika yang begitu penting.

Dokumentasi sejarah ini baru saja diunggah ke Wikipedia setelah sukses dipamerkan di Avigon, Prancis pada tahun 2013. Berkas-berkas dari karya fotografi ini dapat ditemukan di Wikimedia Commons dengan lisensi CC BY-SA.

Tampilkan
Pemetaan

Indonesia

Majalah Sastra Horison

Majalah Sastra Horison dari Indonesia bekerja sama dengan Wikimedia Indonesia dengan mendigitalisasikan 264 edisi majalah dari tahun 1960 hingga tahun 1990 dan mengunggahnya ke Wikimedia Commons dengan harapan berkas-berkas tersebut dapat digunakan sebagai rujukan sastra di Indonesia dengan menerapkan lisensi CC BY-SA. Hasil digitalisasi Horison telah dilihat lebih dari 13.000 kali per 7 Mei 2017.

Majalah Sastra Horison edisi Desember 1977 oleh Majalah Sastra Horison dengan lisensiCC BY-SA 4.0

Upaya digitalisasi ini merupakan bagian dari Proyek Digitalisasi Konten Wikimedia Indonesia pada tahun 2013. Disetujuinya digitalisasi 264 edisi majalah oleh redaksi Majalah Horison menjadi peristiwa penting dalam upaya pelestarian produk budaya bersejarah dengan memanfaatkan teknologi dari Wikimedia di Indonesia. Wikimedia Indonesia dan CC Indonesia berkomunikasi langsung dengan redaktur Majalah Horison untuk menjelaskan proses pengunggahan dan bagaimana penerapan lisensi CC BY-SA di Wikimedia Commons. Karena, dengan diterapkannya lisensi ini berarti pihak pemberi lisensi telah memberikan izin kepada pengguna ciptaan untuk menggunakan konten pemberi lisensi dalam berbagai aktivitas penggubahan, termasuk untuk kepentingan komersial.

Upaya ini membuktikan bahwa membangun relasi dengan institusi kebudayaan dapat menjadi sumbangan yang berarti untuk publik dan sekelompok kecil sukarelawan memiliki peran yang sangat besar dalam pelestarian kebudayaan.

Tampilkan
Pemetaan

Amerikan Serikat

Dr. Amin Azzam

Mata kuliah yang diampu oleh Dr. Amin Azzam mengantarkan para mahasiwanya dalam menyunting dan mengembangkan artikel Wikipedia tentang kesehatan yang telah dilihat lebih 22 juta kali dalam satu tahun.

Dr. Amin Azzam oleh Kathleen Krushas dengan lisensi CC BY 4.0
Gambar latar: Menyunting artikel Wikipedia untuk mahasiswa kedokteran – poster tahun 2016 oleh Amin Azzam, Lane Rasberry, James Heilman, Kingsley Otoide, Jack McCue dengan lisensi CC BY SA 4.0

Dengan dukungan dari Wiki Education Foundation, Azam menciptakan kelas gabungan Ilmu Kedokteran yang mempertemukan Universitas Berkeley dengan Universitas San Francisco. Kelas ini mendorong para mahasiswanya untuk menyumbang atau menyunting artikel dengan tema kesehatan di Wikipedia. Dampak dari upaya para pelajar ini kemudian diliput dalam sebuah artikel ilmiah berjudul ,“Mengapa Mahasiswa Kedokteran Wajib Menggunakan Wikipedia: Kontribusi Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir untuk Wikipedia sebagai Sistem Kredit Semester di sebuah Universitas,” yang diterbitkan oleh Academic Medicine, sebuah jurnal ilmu kedokteran ternama.

Artikel tentang pengobatan dan kesehatan di Wikipedia merupakan artikel yang paling sering dibaca oleh publik. Artikel-artikel ini telah dilihat sebanyak 1,1 juta kali selama 2 bulan masa aktif penyuntingan oleh para mahasiswa di kelas Dr. Azzam. Secara keseluruhan, 42 artikel tersebut telah dilihat sebanyak 22 juta kali dalam satu tahun.

Azzam menerapkan konsep pendidikan terbuka pada kelas-kelasnya, yang pada akhirnya mampu menghasilkan karya-karya baru yang dapat diadaptasikan ke Wikipedia.

Tampilkan
Pemetaan

Lebanon

Maya Zankoul

Seorang ilustrator, komikus daring, dan penulis blog terkenal asal Lebanon Maya Zankoul menyebarkan pesan kebersamaan melalui seni, studio desain, dan perusahaan videonya, Wezank.

Sampul komik Amalgam Vol. 2 oleh Maya Zankoul dengan lisensi CC BY-NC 3.0

Amalgam adalah buku pertama Zankoul yang diterbitkan pada tahun 2009 dengan lisensi CC BY-NC. Buku ini merupakan kumpulan komik daring yang mengeksplorasi tema terkait kehidupan, pekerjaan, serta berkesenian di Beirut dan sekitarnya.

Karya Zankoul merupakan hubungan antara kebudayaan yang dibentuk oleh kemampuan artistiknya yang kaya. Buku terbarunya, Beirut – New York, diterbitkan pada musim gugur yang lalu.

“Aku merasa bahwa karyaku memungkinkan orang-orang untuk melihat suatu hal dengan cara yang berbeda. Karyaku memperbolehkan mereka untuk keluar dari status quo.”

Tampilkan
Pemetaan

Selandia Baru

Geonet

Di Selandia Baru, gempa bumi dan bencana alam lainnya lebih mudah dilacak dengan memanfaatkan data-data yang disediakan oleh Geonet, situs penyedia informasi tentang tingkat bahaya geologis.

Gambar latar: Pedalaman Kaikoura dan daerah pinggir laut Clarence, Marlborough, Selandia Baru, 28 Oktober 2009 oleh Phillip Capper dengan lisensi CC BY 2.0

Geonet menyediakan informasi penting untuk keperluan cepat tanggap terhadap gempa bumi, aktivitas vulkanis, dan tsunami dengan menerapkan lisensi CC BY. Data-data yang bersifat langsung dan terbuka ini digunakan kembali untuk pengelolaan keadaan darurat dan penelitian oleh publik. Geonet telah menjadi sumber utama bagi teknologi seperti Global Positioning Sytem (GPS), alat pengukur, konsultan geoteknik, pemerintah daerah maupun pusat, serta institusi pendidikan dan organisasi peneliti. Di tahun 2016, alat ini telah merekam 32.000 gempa bumi dan telah mengubah cara publik memahami gempa bumi melalui formatnya yang terbuka.

Pada 14 November 2016 yang lalu, hari di mana terjadi gempa bumi berkekuatan 7,8 skala Richter terjadi di Kaikoura, terdapat 250 kali rujukan ke situs Geonet yang berasal dari aplikasi-aplikasi serta orang-orang dari seluruh dunia yang ingin memantau kekuatan gempa tersebut. Geonet membagikan 206 juta laporan pada hari itu melalui sistem aplikasi, situs, dan akun jejaring sosial mereka.

Berkat kemampuan Geonet, informasi tentang ragam prosedur keselamatan juga semakin bertambah seperti informasi tentang tempat-tempat untuk menghindari bencana tsunami dan saran terkait perkiraan dampak pasca terjadinya bencana alam. Ilmu pengetahuan baru terus berkembang di seluruh dunia dengan memanfaatkan data-data terbuka ini secara legal.

Tampilkan
Pemetaan

Uruguay

Colibri

Situs repositori milik Universidad de la República, Colibri, membuka akses ke jurnal-jurnal ilmiah di Uruguay sambil meningkatkan pengetahuan tentang penerapan lisensi terbuka.

Universidad de la República adalah perguruan tinggi utama yang bergerak tanpa biaya dan terbuka bagi seluruh pelajar di Uruguay. Jajaran pemimpin Proyek Colibri berharap supaya pihak Universitas dapat diyakinkan dengan melihat manfaat dari keterbukaan akses untuk mengganti penggunaan lisensi yang membatasi seperti CC BY-NC-ND ke lisensi yang lebih terbuka seperti CC BY-SA.

Di tahun 2016, universitas telah menambahkan sebanyak 6.123 karya ilmiah baru, 60 koleksi baru, 3.012.107 pencarian, dan 954.475 kali unduhan.

Tampilkan
Pemetaan

Inggris

The British Museum dan Sketchfab

The British Museum merilis 128 buah model 3 dimensi melalui Sketchfab untuk menyediakan ruang interaksi yang lebih luas terhadap koleksi model 3 dimensi milik mereka.

Gambar latar: ‘Black’ Pyramid of Amenemhet III oleh Vincent Brown dengan lisensi CC BY 2.0

Selain menawarkan pilihan lisensi CC, sebuah situs penerbitan model 3 dimensi bernama Sketchlab menyediakan suatu alat yang dapat memudahkan pihak museum dalam membagikan koleksi mereka ke situs jejaring sosial. Koleksi karya seni pahat milik The British Museum, yang meliputi patung ikonik Ramses II hingga maket museum itu sendiri, merupakan ruang interaksi yang luas antara warisan kebudayaan, dengan seni desain dan percetakan model 3 dimensi. Lisensi CC BY-NC yang diterapkan memungkinkan distribusi yang lebih luas atas berkas-berkas koleksi museum.

Museum ini telah mengunggah atau menggubah lebih dari 100 karya ke Sketchlab. Karya-karya tersebut telah dilihat sebanyak 200.000 kali dan diunduh sebanyak 20.000 kali sejak pertama kali diunggah.

Tampilkan
Pemetaan

Spanyol

Open Educators Factory dari UNIR

Universidad Internacional de la Rioja meluncurkan alat bernama Open Educators Factory untuk digunakan para pendidik agar mereka dapat mempelajari praktik pendidikan terbuka secara lebih lanjut.

Foto oleh Fabio Nascimbeni, UNIR dengan lisensi CC BY 4.0

UNIR adalah sebuah universitas daring berskala global yang didirikan di Logroño, Spanyol pada tahun 2009. Open Educators Factory adalah proyek terbaru dari wakil dekan bagian Persebaran Pengetahuan &Teknologi yang berupaya untuk meningkatkan kapasitas para pendidik dalam menerapkan pola pendidikan terbuka pada kegiatan mengajar mereka sehari-hari. Dengan menjawab kuisioner yang disediakan, para pendidik dapat mengukur kapasitas mereka dalam menerapkan prinsip pendidikan terbuka seperti desain terbuka, konten terbuka, pedagogi terbuka, dan praktik evaluasi terbuka. Mereka juga akan menerima pedoman yang bersifat personal sebagai materi pendukung dalam mengadaptasi prinsip keterbukaan ini dalam aktivitas mengajar. Selain itu, para pimipinan peguruan tinggi dapat mengidentifikasi dan mengevaluasi masing-masing pengajar dan menentukan siapa pengajar yang paling unggul dalam penerapan prinsip pendidikan terbuka di institusinya.

Hanya dalam beberapa tahun, UNIR berhasil meluluskan 38.900 mahasiswa dari 79 negara dan menyediakan 1.350 jam kelas daring. Mereka mempekerjakan lebih dari 1000 pengajar dari seluruh dunia dan 500 staf ahli dan pekerja administratif. Target akhir UNIR adalah untuk mengaitkan pendidikan dengan bisnis, serta membantu sistem pendidikan secara global untuk mendekatkan diri dengan prinsip keterbukaan, dan berinovasi secara terbuka.

Tampilkan
Pemetaan

Pakistan

IQRA University

South Asian Journal of Management oleh IQRA University dari Karachi, merupakan salah satu jurnal terbaik di dunia versi ScholarOne of Thomson Reuters.

Gambar latar: IQRA University Main Campus oleh Hassan Dar dengan lisensi CC BY-SA 3.0

Dengan menggunakan lisensi Creative Commons, jurnal tahunan ini mampu mengadopsi tema yang lebih beragam seperti bahasa, agama, kebudayaan, politik, teknologi, dan ekonomi di dalam satu jurnal.

Penggunaan lisensi tersebut memudahkan para peneliti untuk berkolaborasi dalam penelitian antarilmu, juga termasuk membuat revisi atas penelitian tersebut. Tahun ini jurnal South Asian Journal of Management memperoleh tanda kehormatan untuk tingkat pendidikan tinggi dari pemerintah Pakistan dan mendapat kesempatan untuk bergabung dengan Open Access Scholarly Publishing Association (OASPA).

”Muhammad Imtiaz Subhani (Pemimpin Redaksi) dan Amber Osman (Redaktur Pelaksana) menganut konsep pembagian pengetahuan sejauh dan seluas mungkin. Creative Commons telah menyediakan alat yang dapat melindungi SAJMS sebagai karya ilmiah terbuka secara legal.”

Tampilkan
Pemetaan

El Salvador

Datos El Salvador

Portal kumpulan data terbuka pertama di El Salvador, DatosElSalvador.org, disumbangkan oleh warga El Salvador dan sepenuhnya terbuka dengan menerapkan lisensi Creative Commons.

Sejak tahun 2014, DatosElSalvador.org telah menerbitkan lebih dari 500 kumpulan data yang telah digunakan kembali antara lain oleh pengusaha, jurnalis, dan peneliti. Proyek yang digagas oleh CC El Salvador dan Open Knowledge International El Salvador ini telah berpartisipasi di dalam berbagai konferensi seperti Open Knowledge Day di tahun 2014 dan 2017. Tahun ini, proyek DatosElSalvador termasuk dalam daftar penerima penghargaan dampak sosial Open Data yang diberikan oleh Open Data Institute. Di tahun 2016, salah satu angota tim proyek menerjemahkan dokumen dari Sunlight Foundation, yang kemudian dipresentasikan pada PeaceTechLab Kosra Rika serta menciptakan visualisasi berseri atas Kota Xalapa dan sekolah virtual OAS.

Tampilkan
Pemetaan

Amerikan Serikat

Buku Pelajaran Ilmu Fisika dari OpenStax

Buku pelajaran ilmu fisika yang diproduksi oleh OpenStax College telah dimanfaatkan oleh ribuan pelajar di seluruh dunia dan diadaptasi oleh para pendidik dalam bentuk video serta bentuk bahan ajar lainnya.

Cuplikan layar dari Buku Fisika College Physics versi Daring by OpenStax dengan lisensi CC BY 3.0
Gambar latar: Seminar tentang persamaan diferensial dan teori integrasi oleh Milan Tvrdy didedikasikan untuk domain publik melalui penggunaanTanda Domain Publik

Sampul buku OpenStax Physics oleh Universitas Rice berlisensi CC BY 4.0


Buku pelajaran serta video-video ini tidak hanya bermanfaat bagi ilmu fisika saja, namun untuk semua orang. Setiap pelajar yang menggunakan OpenStax Physics – dan tentunya siapapun, tidak peduli buku pelajaran apa yang mereka gunakan – dapat menggunakan video-video tersebut sebagai sumber tambahan. Pengajar dapat memanfaatkan teks dari OpenStax Physics untuk membuat bahan ajarnya sendiri seperti video panduan yang dibuat oleh Barbara Gilbert dari Central New Mexico Community College. Melalui video yang diunggahnya di Youtube, Profesor Gilbert menjelaskan pokok-pokok konsep ilmu fisika yang disertai dengan contoh-contoh pemecahan masalah. Video-video miliknya telah ditonton sebanyak hampir 4.000 kali.

Buku pelajaran fisika College Physics yang berlisensi CC BY dan memakan biaya produksi sebesar $50 dalam format cetak dan $0 dalam format digital (daring) ini telah membantu pelajar untuk menghemat biaya pendidikan sebesar $30.000.000 sejak pertama kali diterbitkan ($11.000.000 dalam setahun). Buku ini telah digunakan oleh 110.861 pelajar pada tahun ajaran yang lalu dan 306.932 pelajar telah menggunakannya sejak pertama kali diterbitkan.

Tampilkan

Laporan Kanal Konten

Kami bekerja sama dengan beberapa kanal konten untuk memudahkan pengguna untuk menemukan konten, menjalankan aktivitas berbagi, dan melakukan kolaborasi. Berikut ini adalah beberapa kisah dari pencipta atau proyek-proyek yang memanfaatkan kanal-kanal konten tersebut di tahun 2016.
858.000 gambar berlisensi CC

Sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2009, 500px mampu membangun situs web yang bermanfaat sebagai pasar karya fotografi dan tempat berbagi serta menemukan karya fotografi berkualitas dari fotografer-fotografer independen. Dalam jangka waktu satu tahun, fotografer-fotografer 500px menyumbangkan hampir 200.000 foto di bawah lisensi CC, yang kemudian berkembang dengan jumlah akhir sebanyak 858.019 karya foto di situs tersebut.

Moe Zoyari memotret sekumpulan foto tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Afghanistan setelah masa perang dan menerbitkannya melalui 500px.

Gambar latar: Iran oleh Moe Zoyari dengan lisensi CC BY-NC-SA 3.0

Moe Zoyari adalah seorang fotografer berkebangsaan Iran yang bekerja Berlin. Karya-karyanya telah digunakan oleh media-media seperti Newsweek, Time, dan Der Spiegel. Sebelum berpindah dari Berlin ke Iran, ia menghabiskan 44 hari di Afghanistan sebagai jurnalis foto untuk Tentara Amerika Serikat. Kesempatan tersebut ia gunakan untuk memotret masyarakat Afghanistan yang berupaya membangun hidup mereka kembali pasca perang. Ia merilis sekumpulan foto melalui situs 500px dengan menerapkan lisensi CC. Foto-foto ini kemudian digunakan oleh majalah Marie Claire dan memperoleh penghargaan dari kontes fotografi PDNedu. Pemenang penghargaan Pulitzer, Kim Komenich, juga memberikan pujian atas keterampilan Zoyari dalam mengabadikan suatu momen secara intim dan puitis. Karya-karyanya di 500px telah dilihat lebh dari 44.000 kali.

Tampilkan
108.000 lagu berlisensi CC

Free Music Archive adalah sebuah situs penampungan karya musik dari musisi-musisi independen yang mendukung perkembangan dalam bermusik dengan melakukan kolaborasi-kolaborasi musikal. 97% lagu-lagu di FMA menggunakan lisensi CC atau didedikasikan ke domain publik. Dalam jangka waktu satu tahun, musisi-musisi FMA telah menyumbangkan 22.000 lagu dan menambah jumlah total lagu berlisensi CC di FMA menjadi 108.770 lagu.

Spotlight: The Freeharmonic Orchestra

12 musisi dari seluruh dunia dikumpulkan oleh FMA untuk meproduksi sebuah album musik kolaboratif berjudul “ Freeharmonics Volume 1”.

Sampul album oleh The Freeharmonic Orchestra didedikasikan ke domain publik dengan alat domain publik CC0

Freeharmonic Orchestra merupakan kumpulan 12 musisi dari seluruh dunia yang dikumpulkan oleh Free Music Archive. Proyek ini dipelopori oleh Steve Combs dan Simon Mathewson dengan membuat empat kelompok yang terdiri dari tiga musisi. Musisi-musisi tersebut kemudian berkolaborasi untuk membuat tiga lagu. Hasil kolaborasi tersebut berbentuk album musik berlisensi CC BY dengan judul Freeharmonics Vol. 1 yang menerapkan lisensi CC BY. Rekaman wawancara dengan dua orang anggota dari kelompok kolaborasi tersebut dengan Radio Free Culture dapat Anda dengarkan di tautan ini.

”Menurut saya kunci dari pelaksanaan proyek ini adalah bagaimana FMA dapat dengan baik dapat mengumpulkan musisi-musisi dari seluruh dunia untuk berkesenian bersama dalam satu ruang virtual.”

Tampilkan
27,7 juta obyek berlisensi CC

Europeana adalah perpustakaan digital dari Eropa yang menampung 54 juta warisan kebudayaan dari 3.500 institusi kebudayaan. Dokumentasi warisan kebudayaan ini kemudian dapat diakses dan digunakan kembali tanpa pembatasan dengan menerapkan alat domain publik CC0 pada dokumentasi-dokumentasi tersebut. Europeana juga menyediakan informasi terkait status hak cipta dari jutaan karya yang disimpan oleh institusi-institusi kebudayaan di Eropa. Hingga saat ini, 27.712.679 obyek kebudayaan tersedia dengan lisensi CC atau dengan status bebas hak cipta. Karya-karya dengan status bebas hak cipta menjadi koleksi paling banyak dengan jumlah 12 juta karya, yang mayoritas adalah karya dalam format gambar dan teks, diikuti dengan karya dalam format video, rekaman audio, dan obyek 3 dimensi.

Museum Seni dan Desain Hamburg meluncurkan sebuah platform daring yang menyediakan akses ke 7.000 karya seni bebas hak cipta dari masa Art Nouveau hingga lukisan kuno dari Jepang.

Gambar latar: Der Schauspieler Segawa Kikunojō III als Utsusemi, Blatt 3 aus der Serie: Die 54 Kapitel des Edo Violett oleh Utagawa Kunisada dari MKG Sammlung Online didedikasikan ke domain publik dengan CC0

Sebagai rekan Europeana, Museum Kesenian dan Desain Hamburg menyimpan lebih dari setengah juta karya dari ranah seni rupa, seni terapan, dan seni dekoratif. Belum lama ini, museum tersebut meluncurkan situs yang menyediakan lebih dari 7.000 gambar koleksi-koleksi museum yang sudah bebas hak cipta dengan memanfaatkan alat domain publik CC0. Penyediaan gambar-gambar ini sesuai dengan tujuan awal museum yaitu “menyediakan contoh bagi orang-orang yang bekerja atau belajar di ranah seni dalam mengembangkan kualitas karya -karyanya.”

Tampilkan
42,5 juta artikel berlisensi CC

Ensiklopedia terbesar di dunia ini sepenuhnya dibangun dari hasil kolaborasi dan 100% menerapkan lisensi terbuka yakni lisensi CC BY-SA. Hingga saat ini, 70.000 sukarelawan Wikipedia telah menyumbangkan 42,5 juta artikel dalam 29 bahasa.

Spotlight: Peta Islandia dari abad ke-17

Peta kuno Islandia dari abad ke-17 yang digunakan sebagai ilustrasi di artikel Wikipedia tentang negara Islandia mengalami peningkatan jumlah pengunjung dan pengguna pada pagelaran turnamen sepak bola Euro 2016.

Peta tersebut didigtalisasi dan diunggah ke Wikimedia Commons oleh Centre for Research Collections University of Edinburgh dengan lisensi CC BY, dan digunakan sebagai ilustrasi di artikel Wikipedia bahasa Inggris dan bahasa Jerman tentang negara Islandia. Jumlah pengunjung artikel Wikipedia ini mengalami peningkatan pada saat digelarnya turnamen sepak bola Euro 2016. Peningkatan eksponensial ini disebabkan oleh para penggemar sepak bola yang mengklik artikel dan peta tersebut untuk menggali informasi lebih lanjut mengenai Islandia pada tanggal 27 Juni 2016 (saat Islandia mengalahkan Inggris dengan skor 2-1). Peta ini telah dilihat lebih dari 3,4 juta kali melalui Wikipedia.

Tampilkan
381 juta gambar berlisensi CC

Flickr terus menjadi salah satu tempat berbagi gambar daring terbesar dengan 381.101.415 juta gambar yang didedikasikan ke domain publik dan berlisensi CC. Semenjak Flickr menambahkan pilihan CC0 dan Tanda Domain Publik pada tahun lalu, para pengguna telah mendedikasikan 4,5 juta gambar ke domain publik.

Spotlight: The Multimedia Commons Initiative

Sekelompok peneliti menggunakan metadata dari 100 juta foto dan video berlisensi CC yang dilepaskan oleh Flickr dalam proyek YFCC100M dataset untuk menciptakan alat-alat baru, merekonstruksinya dalam bentuk 3 dimensi, dan menelusuri interaksi antara manusia dengan lingkungan.

Cuplikan layar dari mesin pencari model 3 dimensi oYFCC100m. Informasi lisensi CC gambar-gambar dapat ditemukan dengan mengklik tiap gambar di situs tersebut.
Gambar latar oleh: “3D Hackerspace Berlin _MG_3817” oleh BERLIN in 3D dengan lisensi CC BY 2.0

Pada tahun 2014, Yahoo Labs dan Flickr merilis “Yahoo-Flickr Creative Commons 100 Million dataset” (YFCC100M) yang memuat metadata dari 99,2 juta gambar dan 800.000 video berlisensi CC dari Flickr. Sejak saat itu, sekelompok peneliti dari sebuah lembaga bernama Multimedia Commons Initiative melakukan eksperimen terhadap kumpulan metadadata tersebut. Sebagai contoh, para peneliti ini telah berhasil merekonstruksi gambar 2 dimensi ke struktur 3 dimensi dan memahami interaksi manusia dan ruang dengan memanfaatkan seperangkat identitas geografis metadata. Banyak karya yang diciptakan dengan memanfaatkan kumpulan metadata ini kemudian diterbitkan kembali dengan alat domain publik (CC0). Proyek YFCC100M dataset hingga saat ini telah menerima 1400 permintaan akses ke kumpulan data dari para peneliti ke 172 bahasa dan telah dirujuk sebanyak 160 kali.

Tampilkan
160.000 artikel ilmiah berlisensi CC

Sejak tahun 2000, Public Library of Science (PLOS) telah memajukan upaya akses terbuka terhadap karya ilmiah. 16 tahun kemudian, PLOS telah menerbitkan lebih dari 160.000 artikel dengan lisensi CC BY. Melalui PLOS ONE, jurnal multidisplin terbuka pertama di dunia, 5% dari keseluruhan artikel tersebut diterbitkan dengan lisensi CC0. PLOS merupakan salah satu dari sekian banyak penerbit yang menerapkan prinsip keterbukaan akses di dunia. Directory of Open Access Journals (DOAJ) melaporkan bahwa telah ada lebih dari 2 juta artikel yang diterbitkan dengan lisensi CC, dengan 52% dari artikel-artikel tersebut menerapkan lisensi CC BY.

Spotlight: Open Access Media Importer oleh Visualizing Complex Science

Tim Visualizing Complex Science menciptakan sebuah alat bernama Open Access Media Importer (OAMI) untuk menyediakan akses terbuka ke beragam berkas media ilmu pengetahuan tersedia kepada publik.

Tim Visualizing Complex Science terdiri dari Daniel Mietchen, Raphael Wimmer and Nils Dagsson Moskopp. Tim ini menciptakan sebuah robot terprogram bernama Open Access Media Importer (OAMI) yang mampu mengumpulkan dan mengunduh berkas media dari karya ilmiah terbuka yang tersebar di tempat-tempat penyimpanan daring. Hingga saat ini, robot tersebut telah mengunggah lebih dari 13.000 berkas ke Wikimedia Commons yang telah digunakan pada lebih dari 135 artikel wikipedia bahasa Inggris dan telah dikunjungi sebanyak 3 juta kali. Upaya dari Visualizing Complex Science kemudian mendapatkan penghargaan dari Accelerating Science Awards Program (ASAP) yang disponsori oleh PLOS.

Tampilkan
157.000 foto didedikasikan untuk domain publik

Unsplash adalah situs unik yang banyak dimanfaatkan untuk berbagi karya fotografi. Para pengguna situs ini begitu memegang teguh prinsip atribusi dan berbagi dalam fotografi. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa 157.200 karya fotografi yang secara aktif disumbangkan oleh 29.000 fotografer pada situs tersebut menerapkan CC0, alat untuk mendedikasikan karya mereka ke domain publik .

Samuel Zeller memanfaatkan Unsplash untuk meningkatkan reputasinya sebagai fotografer, distribusi karya fotografinya, dan meningkatkan jumlah pelanggan dalam bisnis fotografi yang dijalaninya.

Foto latar: Arena Jenewa, Le Grand-Saconnex, Swiss oleh Samuel Zeller didekikasikan untuk domain publik melalui CC0

Samuel Zeller, seorang fotografer lepas yang berasal dari Jenewa (Swiss), merupakan salah satu fotografer paling sukses di Unsplash. Dalam sebuah artikel Medium (yang juga berlisensi CC), Zeller menyatakan bahwa sebelumnya ia banyak menggunakan ciptaan berlisensi CC, tanpa memberikan kontribusi apapun. Hal itu berlangsung hingga ia menemukan Unsplash, dan mulai banyak menyumbangkan karya-karyanya dengan menerapkan lisensi CC. Hingga kini karya-karyanya telah dilihat sebanyak 73 juta kali dan diunduh lebih dari 745.000 kali di Unsplash. Karyanya juga telah digunakan dalam suatu sesi presentasi oleh Apple. Pembuat konten dari seluruh dunia juga memanfaatkan karya Zeller di dalam karya buatan mereka. Karya-karya tersebut dimanfaatkan untuk membuat situs web, sampul album musik, gambar latar aplikasi di iPhone, dan sampul buku. Reputasi yang terbangun dari aktivitas tersebut menjadi daya tarik bagi pelanggan-pelanggan Zeller untuk memintanya membuat sebuah karya-karya spesifik. Selain itu, angka situs-situs perujuk yang merujuk karya-karyanya juga semakin bertambah. Selain menyumbangkan karya-karya dengan alat domain publik CC0 di Unsplash, kini ia juga menyumbangkan beberapa karya lain dengan lisensi CC BY.

“Karya-karyaku semakin berkembang, semakin banyak orang yang melihat karyaku dan menghubungiku untuk menggunakan jasaku pada proyek-proyek mereka. Sebuah karya menjadi berharga ketika karya tersebut dapat dimanfaatkan kembali oleh sesama. Gambar-gambar yang kusumbangkan ini merupakan cuplikan keahlianku di bidang fotografi.”

Tampilkan
5,8 juta video berlisensi CC

Dikenal sebagai situs yang menyediakan video-video berkualitas tinggi, Vimeo terus mengembangkan variasi pelayanannya sambil secara terus-menerus menjaga pertumbuhan video berlisensi CC di situsnya.

Spotlight: “Alike,” sebuah film pendek

Film pendek terbuka pemenang penghargaan berjudul “Alike” ini telah ditonton sebanyak 1,5 juta kali di Vimeo.

Screenshot z krátkého Alike oleh od Pepe School Land, který je zveřejněn pod CC BY-NC-ND 3.0

“Alike” yang disutradarai oleh Daniel Martinez Lara dan Rafa Cano Mende berkolaborasi dengan para lulusan dari Pepe-School-Land. Film ini dibuat dengan memanfaatkan sistem operasi bersumber terbuka seperti Linux dan perangkat lunak perangkai ciptaan 3 dimensi bernama Blender. Film ini telah diputar di 120 festival film ini dan telah memenangkan berbagi penghargaan.

Tampilkan
Dalam satu tahun: 257.000 artikel berlisensi CC

Sejak Medium menambahkan pilihan lisensi CC pada tahun 2015, hampir 260.000 artikel diterbitkan dengan lisensi CC atau didedikasikan ke domain publik di situs tersebut. Sejak bulan Mei 2015, artikel berlisensi CC di Medium telah dibaca dengan total waktu baca selama 66.887.202 menit atau lebih dari 127 tahun!

Seorang jurnalis bernama Scott Santens menerbitkan sebuah artikel di Medium untuk memberikan peringatan terkait kemampuan inteligensia buatan yang dapat menggantikan jutaan pekerjaan manusia.

Gambar latar: Image ne yearf Scott Santens oleh Collision Conf dengan lisensi CC BY 2.0

Scott Santens adalah seorang penulis dari New Orleans yang sudah pernah menulis untuk Boston Globe dan The Atlantic untuk topik-topik terkait intelegensia buatan dan hubungannya dengan pendapatan dasar yang universal. Ia diikuti oleh sebanyak 17.000 orang di Medium. Artikelnya yang berlisensi CC mengenai kecerdasan buatan telah direkomendasikan sebanyak 30.000 kali dan dibaca sebanyak 98.000 kali. Artikel ini menjadi menarik bukan hanya karena pengamatannya terhadap kekalahan Le Se-dol dalam permainan Go atau “Super Ultra Mega Chess” melawan musuh yang dikendalikan oleh komputer, tetapi juga karena peringatannya tentang bagaimana kecerdasan buatan mampu menggantikan jutaan pekerjaan manusia. Silakan sebarkan, kutip, dan terjemahkan artikel tersebut dengan tetap menyebutkan nama Scott Santens sebagai penulis aslinya.

Tampilkan
30 juta video berlisensi CC.

Sejak pertama kali YouTube menyediakan pilihan lisensi CC untuk pengguna pada tahun 2012, jumlah video berlisensi CC terus menerus bertambah mencapai angka 30 juta hingga saat ini. Video berlisensi CC BY ini dapat digubah dengan menggunakan alat penggubah yang disediakan oleh Youtube, dimana musik-musik berlisensi CC BY juga terkoneksi dengan alat tersebut.

Spotlight: Public.Resource.Org

Dengan lebih dari 5.000 video berlisensi CC BY tentang dan oleh pegawai pemerintah AS, Public.Resource.Org adalah salah satu pengguna lisensi CC dengan peringkat paling atas di Youtube.

Cuplikan layar dari Stay Calm and Stay in the Cab! oleh PublicResourceOrg dengan lisensi CC BY 3.0

Public.Resource.Org bekerja sama dengan instansi pemerintah Amerika Serikat untuk mendigitalisasikan dan mengunggah video ke Youtube dan Internet Archive untuk meningkatkan perhatian serta jumlah partisipasi dari masyarakat. Hingga saat ini, kanal Youtube PublicResourceOrg telah ditonton sebanyak 47 juta kali. Video paling populer dari kanal ini adalah video tentang seorang operator buldoser yang berhasil menyelamatkan diri dari lautan batubara yang menguburnya.

Tampilkan
1,6 juta desain model 3 dimensi berlisensi CC

Situs komunitas desainer model 3 dimensi bernama Thingiverse menjadi wadah untuk 1.620.394 desain model 3 dimensi yang disumbangkan oleh para penggunanya dengan menerapkan salah satu pilihan lisensi CC atau mereka dedikasikan ke domain publik dengan menerapkan CC0. 98% berkas model 3 dimensi yang ada di Thingverse menerapkan lisensi CC.

Desain model 3 dimensi MacGyver yang berjudul Human Skull with Mandible and Teeth dicetak sebagai toples permen dengan melalui lima tahap penggubahan di Thingverse!

Gambar latar: TriSkullQuadraClops Candy Dish oleh infamousriz dengan lisensi CC BY 3.0

Pengguna situs Thingiverse, MacGyver, menciptakan desain model 3 dimensi berjudul “a Human Skull with Mandible and Teeth” pada tahun 2012 dan membagikannya di situs tersebut dengan menerapkan lisensi CC BY. Pada tahun 2013, MacGyver menggubah desain tersebut menjadi “a Sliced Human Skull with Mandible and Teeth”. Lalu, pada tahun 2014, pengguna bernama LeFabShop meyederhanakan desain tersebut dengan judul “To Make or Not to Make”. Di tahun berikutnya, pengguna dengan nama OpenSourceClassroom menggandakan desain sebelumnya menjadi “TriSkull” yang kemudian diakhiri dengan respon pengguna bernama infamousriz yang menciptakan toples permen multifungsi dari desain “TriSkull”.

Tampilkan
532.000 lagu berlisensi CC

Sejak Jamendo didirikan pada tahun 2004, situs ini telah berkembang dari komunitas musik CC berskala kecil menjadi mimbar untuk berbagi dan mendengarkan musik berskala besar dan aktivitas pemberian lisensi komersial. Hingga saat ini, 99,8% dari 532.929 lagu yang disumbangkan oleh 40.000 musisi dari 150 negara di Jamendo telah berlisensi CC.

Spotlight: StrangeZero

StrangeZero, duo elektronik asal Yunani, melepaskan 8 album penuh dan 2 mini album di Jamendo dengan lisensi CC, yang menuntun mereka pada ajakan kolaborasi dalam pembuatan karya video dan fotografi dengan seniman lain dan berperan dalam peningkatan kesadaran terkait keberadaan musik gratis.

Cuplikan layar dari video klip lagu Nanofly oleh strangezero dan Gregοry Cοlbert dengan lisensi CC BY 3.0

Strangezero memandang Jamendo tidak hanya sebagai tempat distribusi musik, namun juga sebagai tempat untuk berpatisipasi dalam memberdayakan ekosistem musik gratis dan meningkatkan penggunaan lisensi Creative Commons sebagai alat dalam aktivitas berbagi karya musik. Masyarakat Yunani mulai mengenali upaya yang mereka lakukan, dan duo tersebut akhirnya diliput oleh MTV Yunani dan MAD TV, di mana Creative Commons dianggap memberikan kontribusi kepada kesuksesan mereka. Hingga kini, album musik StrangeZero telah didengarkan sebanyak 1,9 juta kali dan diunduh sebanyak 200.000 kali dari Jamendo.

Tampilkan
29,4 juta berkas berlisensi CC

Wikimedia Commons merupakan tempat penyimpanan berkas media untuk digunakan di Wikipedia dan dan proyek Wikimedia lainnya. Semua gambar yang digunakan sebagai ilustrasi pada tiap artikel Wikipedia berasal dari tempat penyimpanan ini. Sebagian besar berkas yang tersedia adalah berkas gambar, namun Wikimedia Commons juga menyediakan berkas dalam format audio, video, and dokumen. Hingga saat ini, terdapat 29.429.971 berkas dengan lisensi CC dan alat domain publik (84,8% dari jumlah berkas di situs tersebut).

Kompetisi Wiki Loves Monuments tahun 2016 mampu menarik 11.000 pengguna dari 42 negara untuk menyumbangkan karya fotografi tentang monumen dan situs bersejarah ke Wikimedia Commons.

Gambar latar: Wat Arun oleh BerryJ dengan lisensi CC BY SA 4.0

Wiki Loves Monuments merupakan kompetisi fotografi dan pengunggahan karya fotografi tentang monumen dan situs bersejarah ke Wikimedia Commons dengan skala internasional yang diadakan setiap tahun. Pada tahun 2016 kompetisi ini mampu menghasilkan 277.365 unggahan karya fotografi dari 10.748 peserta di 42 negara. Karya fotografi yang menjadi pemenang adalah potret gedung pengadilan bersejarah di Berlin oleh Ansgar Koreng dengan lisensi CC BY.

“Jika Wikipedia merupakan kumpulan kisah-kisah tentang dunia, maka Wiki Loves Monuments adalah ilustrasi-ilustrasi yang paling indah untuk melengkapi kisah-kisah tersebut.”

Tampilkan

Terima kasih sudah berbagi!

Laporan State of the Commons tahun ini menampung cerita-cerita di periode yang begitu mengagumkan dari berbagai komunitas. Usaha yang dimulai sejak berdirinya organisasi Creative Commons 15 tahun dan persebaran penggunaan lisensi CC telah menyumbangkan 1,2 miliar ciptaan berlisensi CC mulai dari bahan ajar, basis data, musik, video, karya fotografi serta jenis-jenis ciptaan lainnya.

Jumlah yang kami sebutkan -1,2 miliar- merupakan sebagian kecil dari cerita di laporan ini. Apa yang terjadi jika pihak-pihak yang berupaya membebaskan pengetahuan kemudian mengambil langkah lebih lanjut dengan memanfaatkan pengetahuan yang dibebaskannya tersebut? Berbagi adalah awal dari munculnya berbagai ciptaan berlisensi, namun kolaborasi adalah target utama kita semua. Setiap lisensi CC yang digunakan tidak hanya menunjukkan bagian dari konten, atau hasil dari riset yang memakan waktu bertahun-tahun, namun juga merupakan sebuah ajakan kolaborasi, yakni ajakan untuk menciptakan suatu hal baru bersama-sama. Commons adalah aksi penciptaan kembali yang kuat dan tanpa batas, yang dilakukan secara bersama-sama.

Telah lama CC dikisahkan sebagai cerita tentang aktivitas berbagi pengetahuan oleh semua orang dari seluruh dunia. Kini saatnya kisah tentang keberadaan komunitas global CC yang berkembang dari nilai-nilai dan cita-cita yang kami incar untuk diceritakan lebih lanjut. Dengan mengakhiri laporan ini, kami juga hendak menyampaikan bahwa komunitas global CC tengah meluncurkan strategi jaringan kolaboratif pertamanya, yakni rencana masa depan untuk jaringan komunitas yang dibangun oleh setiap orang yang telah membantu CC hingga hari ini.

Kekuatan dan dampak dari aktivitas berbagi yang kami wujudkan bersama dapat Anda temukan pada energi dan upaya kreatif proyek-proyek yang Anda baca di dalam laporan ini. Kami harap proyek-proyek pilihan yang ada di dalam laporan ini dapat menggambarkan apa yang telah dicapai hingga hari ini dan potensinya di kemudian hari.

Kami ingin mengucapkan rasa terima kasih kepada Google serta kanal konten CC lainnya, rekan-rekan, institusi, dan individu dari komunitas yang telah menyumbangkan informasi penting untuk laporan ini.

Laporan State of the Commons dapat terwujud berkat kontribusi Anda

terima kasih!

Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi untuk laporan State of the Commons tahun ini. Terima kasih!

Data perkembangan

Erin Simon, Google
Agnes Toth, Google
Brendan Hickey, Google
Pavel Nalivayko, Google
Gergely Orban, Google
Paul Haahr, Google

Kisah Inspiratif

African Storybook Initiative oleh Tessa Welch
Coutinho Collection oleh Jos Damen
Majalah Sastra Horison oleh CC Indonesia
GeoNet oleh CC Aotearoa New Zealand
The British Museum dan Sketchfab oleh Alban Denoyel
UNIR Open Education oleh Fabio Nascimbeni
Datos El Salvador oleh Datos El Salvador
COLIBRI oleh Jorge Gemetto
IQRA University oleh Amber Osman
Maya Zankoul oleh Naeema Zarif
OpenStax Physics oleh Sonya Bennett-Brandt
Dr. Amin Azzam oleh TJ Bliss

Laporan Kanal Konten

Joris Pekel, Europeana
Antje Schmidt, Museum für Kunst und Gewerbe Hamburg
Martin Guerber, Jamendo
Cheyenne Hohman, Free Music Archive
Ross Oldenburg, Free Music Archive
Sylvia Ng, 500px
Summer Hu, 500px
Paul Friesen, 500px
Heather Balmain, 500px
Neil P. Quinn, Wikimedia Foundation
Guillaume Paumier, Wikimedia Foundation
Juliet Barbara, Wikimedia Foundation
Alex Stinson, Wikimedia Foundation
Maria Cruz, Wikimedia Foundation
Ewan McAndrew, Kontributor Wikimedia dan Mahasiswa di University of Edinburgh
Sean McGilvray, Vimeo
Brian Carver, YouTube
Alex Feerst, Medium
Jamie Talbot, Medium
Scott Santens, Penulis
David Knutson, PLOS
Donna Okubo, PLOS
Kathryn Hurley, Makerbot
Frank Polcino, Makerbot
Tony Buser, Makerbot
Danielle Ward, DeviantArt
Matt Lee, Libre.fm

Penerjemah

Bahasa Arab – Bilal Randeree, Ziad Bennour, Fawzi Baroud, Zahra Shikara, Abir Bouguerra
Bahasa Katala – Ignasi Labastida i Juan
Bahasa ceko – Lucie Straková, Matěj Myška
Bahasa Jerman – John Weitzmann, Paul Klimpel, Alexander Baratsits, Daniel Hürlimann, Simon Schlauri, Anke Obendiek
Bahasa India – Sanket Oswal
Bahasa Indonesia – Hilman Fathoni, Alifia Qonita Sudharto
Bahasa Jepang – Tasuku Mizuno, Mitsuru Maekawa, Tomo Watanabe, Maki Higashikubo
Bahasa Korea – Soohyun Pae
Bahasa Melayu – Muid Latif
Bahasa Slovakia – Angela Sobolčiaková, Silvia Lattová
Bahasa Spanyol – Evelin Heidel, Jorge Gemetto, Claudia Cristiani
Bahasa Ukrania – Maksym Naumko
Bahasa Yoruba – Kayode Yussuf

Atribusi Gambar

Atribusi gambar yang digunakan pada laporan ini tertera di setiap artikel laporan, kecuali:

Gambar latar untuk kolom “1,2 miliar ciptaan berlisensi Creative Commons” diambil dari “The Growing Commons” yang tersedia di https://creativecommons.org. Kunjungi tautan tersebut untuk versi terpisah dari gambar latar.

Catatan & Sumber-sumber

Tampikan Ucapan Terima Kasih